GUNUNG ARJUNO
EKSPEDISI MENEMBUS BATAS
(GUNUNG ARJUNO)
Via Purwosari - Tretes
Oke
di sini saya mau berbagi cerita dan info tentang perjalanan saya kemarin
tepatnya tanggal 17 November 2016. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339
Mdpl, Gunung ini masih satu komplek dengan gunung welirang, dan merupakan
pendakian terberat di jawa. Saya saat itu melakukan pendakian via Purwosari,
Kalau kalian berangkat dari malang bisa
menggunakan jasa angkutan umum Bus atau
lainnya, dari arah malang kalian turun di pegadaian Purwosari disitu kalian
akan di sambut para tukang ojek haha pastinya para tukang ojek itu sudah
mengetahui tujuan kalian, tarif untuk ojek kisaran Rp.30.000 bisa di tawarlah.
Dari sini kalian akan di bawa menuju DESA TAMBAK WATU (15 menit) yaitu pos pendaftaran pendakian Gunung Arjuno
Via Purwosari.
Langsung aja ya bro, dari pos pendaftaran haha
Tuh saya kasih gambaran perjalanan kalian nanti.
Pos Pendaftaran – Pos 1 onto
Boego
Menuju Pos 1 dengan medan jalan Makadam tetapi masih
landai di kelilingi pepohonan kopi,
menuju Pos 1 memiliki banyak persimpangan kalian tetap ikuti pipa air yang ada
saja, jika ragu silahkan bertanya pada warga sekitar yang sedang bercocok tanam
di ladang. Onto Boego Ketinggian 1.300 Mdpl dengan perjalanan sekitar 15 menit merupakan situs keramat seperti
tempat pemujaan.
Pos 1 Onto Boego – Pos 2 Tampuono
Jalur menuju pos 2 masih berupa tanah padat berkelok dan menanjak, pos ini berupa gubuk
juga bisa di bilang warung biasanya sebagai tempat istirahat para peziarah, di
sini terdapat petilasan eyang sekutrem dan juga terdapat sendang dewi kunti
untuk mengisi perbekalan air kalian yang kurang.
Pos 2 Tampuono – Pos 3 Eyang Sakri
Pos 2 menuju ke Pos 3 tidak terlalu jauh terdapat
persimpangan di tengah perjalanan, kalian ambil arah petunjuk pendakian gunung
arjuno saja. Pos 3 Eyang sakri terdapat petilasan Hyang Sakri.
Pos 3 Eyang Sakri – Pos 4 Eyang semar
Dari Pos 3 perjalanan kalian
akan mulai menanjak dengan bebatuan terjal, tetapi setelah jalan menanjak
kalian akan menemui sedikit trek landai. Di tengah perjalanan nanti akan ada
sebuah gubuk yang bertuliskan aksara jawa yaitu Pondok Rahayu, setelah itu
kalian akan menemui trek menanjak kembali dengan tekstur tanah padat disertai
akar akar pepohonan dan batu batu besar. Setelah melalui perjalanan yang cukup
menguras tenaga kalian akan sampai di Eyang Semar, terdapat 2 gubuk disitu dan
juga terdapat sumber mata air.
Dari Eyang Semar trek semakin menanjak disertai bebatuan
besar, dari sini nikmati saja perjalanannya kalau dirasakan kalian akan semakin
lelah, sekitar 20 menit kalian akan sampai di Mahkutoromo . Terdapat gubuk dan Petilasan Mahkutoromo, Mahkutoromo
merupakan tempat camp favorit para pendaki selain karena tempatnya yang luas di
sini juga terdapat sumber mata air juga biasanya terdapat tumbuhan paku paku
an, jamur, pakis. Jika ingin melanjutkan perjalanan sebaiknya isi perbekalan
air kalian di sini karena di sini adalah sumber mata air terakhir jalur
Purwosari.
O iya, ada sedikit pantangan di sini, jika jumlah kalian ganjil sebaiknya
membawa tongkat dan jika ada perempuan yang sedang haid sebaiknya tidak
melanjutkan perjalanan. Ini memang kepercayaan warga di sini, tidak heran,
karna Gunung Arjuno terkenal dengan mistisnya.
![]() |
| Area Camp Mahkutoromo |
Pos 5 Mahkutoromo – Pos 6 Candi
Sepilar
Perjalan berlanjut melalui pundek berundak yang lumayan tinggi tetapi cukup
menguras tenaga, sesampai di atas kalian
akan menemui sebuah candi yaitu Candi Sepilar.
Pos 6 Candi Sepilar – Pos 7
Jawa Dipa
Huuhh.... dari sini kalian akan benar benar menguras tenaga, trek akan
semakin menanjak tanpa ada tempat landai, di sekitar trek didominasi pohon
pinus dan tumbuhan pakis pakisan. Sesampai di Pos 7 Jawa Dipa baru kalian akan
menemui tempat landai dan luas di sini juga bisa untuk bemalam atau sekedar
melepas lelah tapi sayangnya tidak ada sumber mata air, sekitar 4-5 bisa di
bangun di sini. Kami pun bermalam di sini karena hari pun sudah semakin sore.
Pos 7 Jawa Dipa – Plawangan
Pukul 2 pagi kami melanjutkan perjalanan. masih tetap sama, trek menanjak
dengan didominasi batuan terjal. Tetap sabar dan nikmati perjalanan karna
menuju Plawangan memang cukup jauh. Kurang tau Plawangan itu apa tapi disitu
bertemunya 2 jalur antar jalur Via Purwosari dan Via Purwodadi, Lawang.
Plawangan – Puncak
Akhirnyaaa.... puncak sudah terlihat jelas, tapi tetap saja “Dekat di mata
Jauh di Kaki” wkwkwkwk tetap saja begitu dimanapun gunungnya.
![]() |
| Menuju Puncak |
Kami nggak back track, kami
turun lewat jalur Tretes
Dari pucak ikuti saja jalur menuju Tretes ataupun Pondok Welirang,
tenang turunya nggak akan menguras
tenaga nikmati saja perjalannya dengan pemandangan yang indah di tengah hutan
nanti pasti kalian akan menemui buah – buahan kecil berwarna merah sedikit
keunguan itu bisa kalian makan sekedar untuk pelepas dahaga dan sembari melepas
lelah, kurang tau namanya yaa kalau saya sih menyebutnya strawberry hutan ada
juga yang menyebutnya murbei hutan juga.
Perjalanan turun kalian akan didominasi dengan trek tanah padat dan
bebatuan besar dan terjal tetap hati hati yaa... setelah melewati bebatuan
terjal kalian akan menemui serpihan surga yang luas, yaitu sabana namanya
Lembah Kidang, sabana ini sangat luas di tumbuhi rumpu rumputan hijau yang
lebat di sekeliling sabana di kelilingi pepohonan pinus.
Setelah Lembah Kidang kalian akan menemui sebuah gubuk yaitu Pondok
Welirang, di pondok ini sebagai tempat penyimpanan belerang untuk para pencari
batu belerang di Welirang. Kami memutuskan bermalam di sekitaran Pondok ini
karena hari juga semakin sore.
Pukul 6 pagi kami bersiap untuk turun, sebelum itu kami sarapan dulu agar
perut tidak kosong. Perjalanan turun kami mulai pukul 8, trek dari Pondok
didominasi bebatuan besar dan terjal “Sebaiknya besepatu” sengaja di pasangi
batu batu karena untuk jalur mobil yang akan mengambil belerang di Pondok
Welirang.
Singkat cerita setelah melewati beberapa Pos, kami sampai di Pos
pendaftaran pendakian jalur Tretes Pukul 1 siang.
Oiya, Pendakian ini Saya lakukan bersama 2 orang teman saya yaitu Dody yang
berasal dari Kota Nganjuk dan Bima anak asli malang sebenarnya sih masa
kecilnya dia di Bandung tapi sebentar. Dan saya sendiri, saya asli Kota Malang tulen
haha kota dengan 1001 serpihan surga. Ayo yang mau main ke malang jangan
sungkan, kalau nggak tau jalan ntar saya antar hehe.
![]() |
| Papan Petunjuk |
![]() |
| area camp pondok welirang |
![]() |
| Jalur turun dari Pondok Welirang |
Sekian yaa sekilas cerita
pendakian Gunung Arjuno saya, baca cerita – cerita saya yang lain. kalau ada salah kata atau salah informasi mohon di maafkan dan di maklumi hehe.














0 komentar: