MAHAMERU

MAHAMERU
Puncak Tertinggi di Pulau Jawa

            Sesuai judulnya saya mau berbagi cerita seputar perjalanan menuju Puncak Para Dewa atau Mahameru. Mahameru memiliki ketinggian 3.676 Mdpl masuk pada kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
            Perjalanan saya mulai dari Kota malang, kebetulan pendakian kali ini adalah pendakian ke gunung semeru yang ke 4 saya dan kebetulan juga saya di temani 4 orang kawan dari Kota Bandung dan 1 orang dari malang juga.

            Saya mulai perjalanan dari Stasiun Kota Baru Malang karna menunggu teman saya yang dari Bandung, setelah mereka sampai kami menuju basecamp tumpang menggunakan angkutan umum sesampai di tumpang kami melanjutkan perjalanan menggunakan mobil Jip yang sebelumnya sudah saya pesan terlebih dahulu, sekedar informasi biaya sewa sekitar Rp.600.000 pintar-pintar menawar ya hehe. 
Dari stasiun kota baru

            Kami menuju basecamp Ranu Pani untuk melakukan pendaftaran pendakian, sebelum itu yang harus kalian siapkan yaitu  1. Surat keterangan sehat dari dokter ( yang asli)
                                                     2. Foto Copy KTP (bawa yang asli juga ya)
                                                     3. Materai 6000
     4. Kalau kalian belum memliki KTP, menggunakan Kartu Pelajar  juga tidakpapa. Dan juga membawa surat ijin dari orang tua.
            Sudah sepertinya cuma itu saja.



jeep yang membawa kami ke ranupani
view bromo

            Setelah itu berkas-berkas akan di kumpulkan jadi satu dengan kelompok. Pendakian di izinkan jika seluruh berkas sudah terisi dan mendapat stempel dari petugas.


            Pos Pendaftaran – Pos 1 Landengan Dowo

            Jalur menuju Pos 1 trek berupa tanah padat tetapi sebagian sudah di beri paving, menanjak hanya sedikit di awal saja kemudian landai, mendekati pos 1 trek sedikit menanjak.          Landengan Dowo memiliki ketinggian 2.300 Mdpl, di Landengan Dowo terdapat sebuah shelter cukup untuk sekedar istirahat atau minum kopi/ teh.
           


Pos 1 Landengan Dowo – Pos 2 Watu Rejeng

            Dari pos 1 menuju pos 2 tidak terlalu jauh, sekitar 3 Km (menurut papan petunjuk) trek masih sama berupa tanah padat, dari sini sedikit menanjak berkelok, tapi tenang saja perjalanan kalian tidak akan terasa karna di samping kiri kalian di suguhi pemandangan indah, puncak semeru juga terlihat. Pos Watu Rejeng tidak terlalu luas seperti pos 1. Usahakan sebelum gelap sudah melewati Watu Rejeng “pokoknya usahakan” hehe.


            Pos 2 Watu Rejeng – Pos 3

            Pos 3 berupa sebuah shelter, oiya di tiap shelter biasanya ada warga yang menjual buah buahan, nasi atau kopi. Dari Watu Rejeng menuju Pos 3 trek masih sama dan tidak terlalu jauh.


            Pos 3 – Ranukumbolo

            Jika kalian sudah terlalu malam di Pos 3 sebaiknya lanjutkan saja sebentar, dari situ Ranukumbolo sudah sangat dekat sekitar 2,5 Km lah. Dari pos 3 kalian akan menemui sedikit tanjakan, tenang Cuma sedikit setelah itu kalian dapat jalur landaiiii sampai Ranukumbolo.
            Sebaiknya kalian mendirikan camp dekat dengan kawasan shelter di situ ya demi keamanan dan kenyamanan kalian juga dan jarak antara Danau dan tenda kalian harus sekitar   10 – 15 meter, agar danau tidak terkontaminasi oleh barang-barang yang kalian bawa.
             Kami sampai di ranukumbolo jam 10 malam dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan besok pagi.











            Ranukumbolo – Pos 5 Cemoro Kandang

            Ranukumbolo memiliki ketinggian 2.400 Mdpl
            Dari Ranukumbolo menuju Cemoro kandang kalian akan melewati yang pertama Tanjakan cinta yang berada tepat di depan Ranukumbolo setelah Tanjakan cinta kalian melewati Oro – Oro Ombo yaitu sabana luas yang di tumbuhi bunga Verbena Brasiliensis Vell bunga ini boleh di petik tapi simpan bunga ini rapat rapat jangan sampai berceceran di jalur atau tempat lain karna sifat bunga ini parasit akan menyerap air tumbuhan lain dan membuat tumbuhan lain mati. Setelah Oro – Oro Ombo kalian akan sampai di Cemoro kandang.



            Pos 5 Cemoro Kandang – Pos 6 Jambangan

            Cemoro kandang memiliki ketinggian 2.500 Mdpl sekitaran Cemoro Kandang cukup luas, di sekelilingnya di tumbuhi pepohonan Cemara. Menuju Jambangan dari sini cukup dekat hanya saja trek yang akan kalian lalui ini menanjak sampai Jambangan, trek masih berupa tanah padat dan di sekitar trek di tumbuhi ilalang dan pohon pohon besar (cemara).

           
Pos 6 Jambangan – Pos 7 Kalimati

Jambangan memiliki ketinggian  2.600 Mdpl, dari Jambangan ke Kalimati sangat dekat trek masih berupa tanah padat, turun dan landai sekitar 15 menit kalian akan sampai di kalimati.





Pos 7 Kalimati – Puncak Mahameru

Kalimati merupakan sabana edelwies dan padang rumput yang luas, di sekitar sabana adalah pohon pohon cemara besar. Dari sini puncak Para Dewa itupun sudah terlihat sangat jelas (kalau tidak kabut). Sebelum summit attack banyak pendaki mendirikan camp di sini, nanti sekitar pukul 10 ke atas biasanya mereka mulai bersiap untuk summit menuju puncak.
Ingat, jika kondisi badan kurang fit atau yakin jangan di paksakan yaa. Lengkapi Safety kalian, sebaiknya bersepatu, kalau ada usahakan membawa oksigen. Jangan lupa membawa camilan dan minuman seperti roti, atau apapun yang bisa dimakan, minuman hangat  dan yang manis – manis kayak kamuu, iya kamu hahaha.
Waktu di pucak di batasi yaitu maksimal jam setengah 10.




nampak asap bromo


puncaaaaak jam 5:30


menuju puncak

jam 1 pagi


Sekian cerita pendakian kali ini, baca kisah pendakian yang lainnya dari saya, Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca.


GUNUNG ARJUNO

EKSPEDISI MENEMBUS BATAS
(GUNUNG ARJUNO)
Via Purwosari - Tretes


Oke di sini saya mau berbagi cerita dan info tentang perjalanan saya kemarin tepatnya tanggal 17 November 2016. Gunung Arjuno memiliki ketinggian 3.339 Mdpl, Gunung ini masih satu komplek dengan gunung welirang, dan merupakan pendakian terberat di jawa. Saya saat itu melakukan pendakian via Purwosari, Kalau kalian berangkat dari malang  bisa menggunakan jasa angkutan umum  Bus atau lainnya, dari arah malang kalian turun di pegadaian Purwosari disitu kalian akan di sambut para tukang ojek haha pastinya para tukang ojek itu sudah mengetahui tujuan kalian, tarif untuk ojek kisaran Rp.30.000 bisa di tawarlah. Dari sini kalian akan di bawa menuju DESA TAMBAK WATU (15 menit)  yaitu pos pendaftaran pendakian Gunung Arjuno Via Purwosari.

Langsung aja ya bro, dari pos pendaftaran haha


             Tuh saya kasih gambaran perjalanan kalian nanti.


                   Pos Pendaftaran – Pos 1 onto Boego

       Menuju Pos 1 dengan medan jalan Makadam tetapi masih landai  di kelilingi pepohonan kopi, menuju Pos 1 memiliki banyak persimpangan kalian tetap ikuti pipa air yang ada saja, jika ragu silahkan bertanya pada warga sekitar yang sedang bercocok tanam di ladang. Onto Boego Ketinggian 1.300 Mdpl dengan perjalanan sekitar  15 menit merupakan situs keramat seperti tempat pemujaan.



       Pos 1 Onto Boego – Pos 2 Tampuono

       Jalur menuju pos 2 masih berupa tanah padat  berkelok dan menanjak, pos ini berupa gubuk juga bisa di bilang warung biasanya sebagai tempat istirahat para peziarah, di sini terdapat petilasan eyang sekutrem dan juga terdapat sendang dewi kunti untuk mengisi perbekalan air kalian yang kurang.
salah satu pondok di situ



       Pos 2 Tampuono – Pos 3 Eyang Sakri

       Pos 2 menuju ke Pos 3 tidak terlalu jauh terdapat persimpangan di tengah perjalanan, kalian ambil arah petunjuk pendakian gunung arjuno saja. Pos 3 Eyang sakri terdapat petilasan Hyang Sakri.


       Pos 3 Eyang Sakri – Pos 4 Eyang semar

       Dari Pos 3 perjalanan kalian akan mulai menanjak dengan bebatuan terjal, tetapi setelah jalan menanjak kalian akan menemui sedikit trek landai. Di tengah perjalanan nanti akan ada sebuah gubuk yang bertuliskan aksara jawa yaitu Pondok Rahayu, setelah itu kalian akan menemui trek menanjak kembali dengan tekstur tanah padat disertai akar akar pepohonan dan batu batu besar. Setelah melalui perjalanan yang cukup menguras tenaga kalian akan sampai di Eyang Semar, terdapat 2 gubuk disitu dan juga terdapat sumber mata air.

trek nya

       Pos 4 Eyang Semar – Pos 5 Mahkutoromo

       Dari Eyang Semar trek semakin menanjak disertai bebatuan besar, dari sini nikmati saja perjalanannya kalau dirasakan kalian akan semakin lelah, sekitar 20 menit kalian akan sampai di Mahkutoromo . Terdapat gubuk  dan Petilasan Mahkutoromo, Mahkutoromo merupakan tempat camp favorit para pendaki selain karena tempatnya yang luas di sini juga terdapat sumber mata air juga biasanya terdapat tumbuhan paku paku an, jamur, pakis. Jika ingin melanjutkan perjalanan sebaiknya isi perbekalan air kalian di sini karena di sini adalah sumber mata air terakhir jalur Purwosari.
O iya, ada sedikit pantangan di sini, jika jumlah kalian ganjil sebaiknya membawa tongkat dan jika ada perempuan yang sedang haid sebaiknya tidak melanjutkan perjalanan. Ini memang kepercayaan warga di sini, tidak heran, karna Gunung Arjuno terkenal dengan mistisnya.
Area Camp Mahkutoromo



Pos 5 Mahkutoromo – Pos 6 Candi Sepilar

Perjalan berlanjut melalui pundek berundak yang lumayan tinggi tetapi cukup menguras tenaga, sesampai di atas  kalian akan menemui sebuah candi yaitu Candi Sepilar.


Pos 6 Candi Sepilar – Pos 7 Jawa Dipa

Huuhh.... dari sini kalian akan benar benar menguras tenaga, trek akan semakin menanjak tanpa ada tempat landai, di sekitar trek didominasi pohon pinus dan tumbuhan pakis pakisan. Sesampai di Pos 7 Jawa Dipa baru kalian akan menemui tempat landai dan luas di sini juga bisa untuk bemalam atau sekedar melepas lelah tapi sayangnya tidak ada sumber mata air, sekitar 4-5 bisa di bangun di sini. Kami pun bermalam di sini karena hari pun sudah semakin sore.


Pos 7 Jawa Dipa – Plawangan

Pukul 2 pagi kami melanjutkan perjalanan. masih tetap sama, trek menanjak dengan didominasi batuan terjal. Tetap sabar dan nikmati perjalanan karna menuju Plawangan memang cukup jauh. Kurang tau Plawangan itu apa tapi disitu bertemunya 2 jalur antar jalur Via Purwosari dan Via Purwodadi, Lawang.
Tanjakan Penyesalan


Plawangan – Puncak

Akhirnyaaa.... puncak sudah terlihat jelas, tapi tetap saja “Dekat di mata Jauh di Kaki” wkwkwkwk tetap saja begitu dimanapun gunungnya.
Menuju Puncak
istirahat broo wkwk
Puncaaaak



Kami nggak back track, kami turun lewat jalur Tretes

Dari pucak ikuti saja jalur menuju Tretes ataupun Pondok Welirang, tenang  turunya nggak akan menguras tenaga nikmati saja perjalannya dengan pemandangan yang indah di tengah hutan nanti pasti kalian akan menemui buah – buahan kecil berwarna merah sedikit keunguan itu bisa kalian makan sekedar untuk pelepas dahaga dan sembari melepas lelah, kurang tau namanya yaa kalau saya sih menyebutnya strawberry hutan ada juga yang menyebutnya murbei hutan juga.

Perjalanan turun kalian akan didominasi dengan trek tanah padat dan bebatuan besar dan terjal tetap hati hati yaa... setelah melewati bebatuan terjal kalian akan menemui serpihan surga yang luas, yaitu sabana namanya Lembah Kidang, sabana ini sangat luas di tumbuhi rumpu rumputan hijau yang lebat di sekeliling sabana di kelilingi pepohonan pinus.
Setelah Lembah Kidang kalian akan menemui sebuah gubuk yaitu Pondok Welirang, di pondok ini sebagai tempat penyimpanan belerang untuk para pencari batu belerang di Welirang. Kami memutuskan bermalam di sekitaran Pondok ini karena hari juga semakin sore.

Pukul 6 pagi kami bersiap untuk turun, sebelum itu kami sarapan dulu agar perut tidak kosong. Perjalanan turun kami mulai pukul 8, trek dari Pondok didominasi bebatuan besar dan terjal “Sebaiknya besepatu” sengaja di pasangi batu batu karena untuk jalur mobil yang akan mengambil belerang di Pondok Welirang.

Singkat cerita setelah melewati beberapa Pos, kami sampai di Pos pendaftaran pendakian jalur Tretes Pukul 1 siang.

Oiya, Pendakian ini Saya lakukan bersama 2 orang teman saya yaitu Dody yang berasal dari Kota Nganjuk dan Bima anak asli malang sebenarnya sih masa kecilnya dia di Bandung tapi sebentar. Dan saya sendiri, saya asli Kota Malang tulen haha kota dengan 1001 serpihan surga. Ayo yang mau main ke malang jangan sungkan, kalau nggak tau jalan ntar saya antar hehe.
Papan Petunjuk
area camp pondok welirang


Jalur turun dari Pondok Welirang

Sekian yaa sekilas cerita pendakian Gunung Arjuno saya, baca cerita – cerita saya yang lain. kalau ada salah kata atau salah informasi mohon di maafkan dan di maklumi hehe.